Modeling Workflow

Tujuan disiplin ini adalah menterjemahkan kebutuhan ke dalam spesifikasi yang menggambarkan langkah implementasi sistem. Untuk langkah ini, pengembang perlu memahami kebutuhan dan mentransformasikan ke dalam bentu disain sistem dengan memilih strategi implementasi yang terbaik. Di iterasi awal inception, perlu dilakukan analisa arsitektur sistem seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Selanjutnya dalam elaborasi sudah harus ditentukan arsitektur seperti apa yang akan dipakai. Arsitektur yang handal harusnya disesuaikan dengan lingkungan implementasi, mudah dimengerti, dibangun dan berevolusi disertai pengukuran kinerja, kehandalan, scalability dan testability.

Modeling adalah nama lain untuk analysis and design. Analisa bertujuan untuk mentransformasikan kebutuhan sistem ke dalam sebuah set class dan subsystem. Transformasi ini dipicu oleh use case dan dibentuk lebih lanjut oleh kebutuhan sistem non-fungsional. Analisa fokus pada fungsional sistem yang sedang ditangani. Demi kesederhanaan, pada tahap analisa diabaikan banyak kebutuhan non-fungsional dan juga batasan lingkungan implementasi. Sebagai hasilnya, analisa mengekspresikan gambaran sistem yang mendekati ideal.

Tujuan disain di sisi lain adalah mengadaptasikan hasil analisa ke batasan yang disyaratkan oleh kebutuhan non-fungsional, lingkungan implementasi, kebutuhan kinerja dan seterusnya. Disain adalah perbaikan dan penghalusan dari analisa. Disain fokus pada optimasi sistem sambil memastikan terpenuhinya seluruh kebutuhan.